makan masakan indonesia gratis March 28, 2008
Posted by bungkoes in Uncategorized.add a comment
Sehabus jumatan, kami kembali kekampus sekitar pukul 13.30 wt..dan setelah itu ada undangan dari pihak kantor dagang dan industri indonesia atau semacam kedutaan lah…dalam acara memperingati maulid nabi muhhamad SAW…kami berangkat bersama-sama dari NTUST pukul 14.30 dan sampe disana sekitar pukul 16.00..ya..lumayan jauh emang, maklum kita harus pindah bus 2x, Tetapi capek itu gak terasa ketika kita sampe disana, selain mendengarkan ceramah dari ketua MUI indonesia yang kebetulan hadir di taiwan, kita juga disediakan masakan indonesia grtais,,,ya citra rasa nusantara lah..ada sate padang, soto padang,gurami bumbu,cumi=cumi gado-gado, es buah, lumpia semarang, ketan, dan banyak lagi yang lainnya….pokoke mantep abis…..
Setelah sholat magrib kamipun pamitan pulang, dan sampe dirumah rasa capeknya ada lagi…tapi yang jelasa terimakasih buat Para pejabat KDEI yang telah mengundang kami,,,,jadi bisa merasakan selera nusantara nih…..
datang ke vietnam culture day March 27, 2008
Posted by bungkoes in Uncategorized.4 comments
Setelah Indonesia culture exhibition 2 minggu lalu, ternyata vietnam juga mengadakan acara yang sama, kalo dari acara sih masih rame indonesia lah,,kita kan kaya akan budaya,,,dari sabang sampe merauke kalo mau ditampilkan bisa seharian tuh…kalo vietnam kemarin cuma 1 jam an..itupun banyak nyanyinya,…tapi acaranya sih lumayan rame, dan kebetulan roommate ku orang vietnam semua, jadi rasanya wajib hadir untuk menghormati…
Pas nyoba makanannya, rasanya ada yang mirip dengan masakan indo, kayak nasi jagung gitu, cuma payah gak ada lauknya, ada sih tapi babi, yo makan nasi tok ae wis…garingan….
Saya juga disruh nyobaain teman sekamar baju vietnam lo, sebelum berangkat, ya nyoba aja.mirip2 ama bajunya orang cina, kayaknya emang masih ada hubungan deh..
ya wis gitu ae lah,,,nanti bnulis lagi kalo ada waktu…
saman in chinetimes March 24, 2008
Posted by bungkoes in Uncategorized.add a comment
ini gambar yang bisa kami ambil dari chinetimes..
tari saman masuk koran taipe March 24, 2008
Posted by bungkoes in Uncategorized.add a comment
Sebuah berita yang sangat menyenangkan, Tarian saman waktu indonesia Culture exhibition tangal 13 maret kemarin, masuk koran taiwan…yaitu chinatimes…Apakah ini prestasi??….jawabanya ya iya lah….gimana tidak, tarian ini yang tidak diunggulkan sama sekali oleh teman2 semua ..akirnya bisa menyisihkan tarian lainnya dari acara ICE tersebut,
Pada awalnya rekan2 banyak yang pesimis dengan tarian saman ini, melihat kekompakan team saat gladi kotor kurang memuaskan …pokoke semrawut deh..tapi akirnya keraguan itu bisa kami jawan dengan tampilnya tari saman dedenga performance yang terbaik,,itu berkat kerjakeras teman2 semuanya, dan akirnya chinatimes memilih tari saman sebagai headline news pada koran mereka..hebat kan..
selain itu pola banyak tawaran yang mengalir dan banyaknya order untuk tampil diacara2 pertunjukan oleh masyarakat taiwan, mulai tampil di seda, taipe 101 dan taipee zooo..alah..opo maneh sih iki..pokoke akeh tawaran yang masuk, sayangnya kita bentrok ama kuliah, jadi mau gak mau ya harus konsen kekuliah dulu lah..betul gak…
akirnya saya bisa berkata,,,janagn pernah meremehkan orang lain, karena belum tentu mereka itu tidak bisa memberikan yang terbaik …..hidup NTUST-ISA..HIDUP ICE…HIDUP TARI SAMAN…..
Wulai Trip March 17, 2008
Posted by bungkoes in Uncategorized.add a comment
Setelah membantu teman2 dalam menyukseskan acara ICE, akirnya ada saatnya untuk rekreasi ditaipe,
Rekreasi ini diadakan oleh AIA ( International students Affairs ) dengan biaya seluruhnya ditanggung semua oleh pihak universitas, Tujuannya adalah untuk menjalin keakraban anatara mahasiswa international dan mahasiswa lokal..
Acara ini terbatas hanya untuk 80 orang saja, Dan kebetulan indonesia Students menyumbang peserta terbanyak, tidak kurang dari 35 orang yang ikut dari indonesia, sisanya dari vietnam,thailan,ceko,jepang,india dan rusia….
Sekitar pukul 9 waktu taipe, bus melincur dari kampus ke wulai,,,Ternyata wulai ini adalah pegunungang yang pemandangannya bagus banget
Tak kurang dari 1 jam bus yang kami tumpangi sampae juga diwulai, dan kami mulai menikamti perjalan panjang kami dengan melewati taman bunga2 diwaktu spring ini,,,dan yang paling menakjubkan adalah..ketika kami menaiki gondola untuk sampai dipuncak…bayangan kami, sampe dipuncak kita balik turun lagi, hanya melihat pemandangan dari atas aja..ternyata prediksi kami salah,,,,tebing dengan kemiringan sekitar 90 derajat diatasnya disu;ap dan dijadikan sebuah obyek wisata yang sangat menakjubka,,,ada kolam renang, bunga2 yang indah, toko souvenir dan danau bagi mereka yang pingin mencoba naik perahu…..pokoknya top habis deh…kapan ya indonesia bisa seperti itu, ngemasnya pariwisata bener dengan ketulusan hati dan tidak amain2….
Saaatnya makan siang telah tiba, dan kami juga dapat makanan dari panitia, setelah sholat dhuhur maka perjalan kami lanjutakan kembali ke bawah..dengan naik gondola lagi kami sampai juga dibawah dengan selamat…Alhamdullialah..maklum ngeri juga lihatnya…..
Setelah dibawah kami diajak untuk melihat tarian dari penduduk asali wulai…pendudyuk aslinya diberi nama ayalak..mirip denag suku dayak..semua pakaian dan acesorisnya sama persis dengan suku dayak dikalimantan….jangan2 masih ada hubungannya nih,,,,pikir saya….
untuk melihat tarian kita harus bayar 500 ntd.orang,,itupun juga dibayari dari panitia,,,tariannya dikemas bagus banget, sayangnya kita toidak bisa mengabadikannnya dalam kamera……
setelah selesai tarian kita menyusuri night mareket dan melihat museum, kalo mau berburu oleh2 disini tempatnya, harganya juga terjangkau dan makananya murah2, ada ikan sungai, se[perti ikan uceng dan udang serta makanan yang lainnya..pokoknya top habis..tak terasa waktu suadah menunnjukkan pukul 18.00 dan saatnya kami haris segera berkemas dan balik menuju kampus lagi….makasih buat ntust yang telah menyediakan fasilitas gratis ini…dan aku tidak akan melupakan wulai yang indah….sayang sekali gak bisa ngajak nyonya rek…..maafkan aku ya dinda,,,,,he,,he,,,
ICE March 17, 2008
Posted by bungkoes in Uncategorized.add a comment
booklet-ice-2008.pdfbooklet-ice-2008.pdf
What is ICE??
ICE stands for Indonesian Culture Exhibition which have been held on march 11-13 2008 by Indonesian Students Association.
I also participated in this event, especially in saman dance, if you want to know, how about ICE, please read article below
Indonesia, which is the largest archipelago in the world, is an example of a nation with “unity in diversity”. It consists of five major islands and about 30 smaller groups. The figure for thetotal number of islands is 17,508 according to the Indonesian Naval Hydro‐Oceanographic office.
The Indonesian people consist of 490 different ethnics living together, with each group
having distinct language, architecture, handicraft, textiles, dances, art, tradition and custom.
Those ethnic groups politically and geographically united into a nation, under the Unitary
State of the Republic of Indonesia, with Pancasila as its state philosophy.
It makes Indonesian become proud of being an Indonesian. Instead of diversity in culture and
tradition, Indonesia also has a lot of beautiful and unique places to visit. Each place has its
different and unique culture and tradition as patrimony from our ancestors and blessings
from Almighty God.
The difference with Indonesian Culture Exhibition (ICE) 2006 and 2007, this year we are very
proud to present the same event with theme “Indonesia Arise and Shine” in three days
series: Indonesian movie show, angklung and sajojo dance workshop, the ultimate is
performance from March 11‐13, 2008.
The ICE 2008 is presented as one of the Indonesian Student Association activities, in which
all the participants can show the traditional dances, music, handicrafts, clothes and delicious
foods. Also, the photographic and article writing competition will be announced as a part of this event.
Gambyong
Classical Central Javanese female dance usually performed to
greet guests at the opening of an auspicious ceremony or
performance. It depicts a young woman who has reached the age
that she is conscious of her looks and enjoys making herself up in
front of the mirror, in adorning herself and showing off her beauty,
litheness and grace.
Remo
Remo Dance is perfomed to welcome guests and therefore it is
called a welcoming dance. The characteristic movements of the
Remo Dance are the beats of the feet. Beside the beats of the feet,
the manipulative play of the selendang or sampur, the facial
expressions, and the postures of the dancers which conform the
rhythm of the music, make this dance unique.
Saman
The most popular dance in Aceh has become well-known abroad
with the name “thousand hands”. Ten or more male performers
kneel in a row on the floor and make different kinds of torso
movements accompanied by songs, clapping hands, slapping
chests, and slapping hands on the floor. The dance starts with slow
movements and increases its tempo gradually to great speed and
finally come to a sudden stop.
Rebana
Rebana is a classification of percussion music instruments based
on the process of producing the sounds by vibrating the body of the
instrument. This instrument classification was existed thousands of
years ago naturally
Tortor
The steps are simpler, holding the palms together and moving is up
and down. Then later palms apart and blessing over the dancer’s
head. It is a common practice to give a money into the hands of the
welcoming host as a symbol of returning your goodwill and
blessings. Toba Bataks still perform the tortor dance, which
celebrates a gift exchange for a wedding.
Pencak Silat
Pencak silat is the official name used to indicate more than 800
martial arts schools and styles spread across more than 13,000
islands in Indonesia. There is no overall standard for Pencak Silat.
Each style has its own particular movement patterns, specially
designed techniques and tactical rationale. The richness of terms
reflects a wide diversity in styles across the regions.
Satrio Utomo
The dance tells a story of a young man practicing martial art and
the dancers use Keris (Java Traditional Weapon) during this dance
Sajojo
Sajojo have a happy character with the jump-bend-jump-bend, and
it starts with the left foot. Besides being popular through the
military, this dance also executed as different variation in health
workshops with movements that are more dynamic because the
accompanying music is regular.
Campur Sari
Campur sari is traditional java music which is accompanied by
special instrument like gamelan, gending, and langgam jawa
Kecak
Kecak is a form of Balinese music drama and is performed
primarily by men. It is performed by a circle performers wearing
checked cloth around their waists, percussively chanting “cak” and
throwing up their arms, depicts a battle from the Ramayana where
monkeys help Prince Rama fight the evil King Ravana.
Angklung
A musical instrument made out of two bamboo tubes attached to a
bamboo frame. The tubes are carved so that they have a resonant
pitch when struck. The two tubes are tuned to octaves. The base of
the frame is held with one hand while the other hand shakes the
instrument rapidly from side to side. This causes a rapidly repeating note to sound.

